MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 20 Agustus 2025 – Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mendorong transformasi digital di sektor pendidikan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan Enuma, sebuah platform pembelajaran digital digelar oleh yayasan Arika mahina 20/8/2025 pada Aula Amaris Hotel, yang kini telah diterapkan di sejumlah sekolah di Ambon.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon, “Drs. F.F. Tasso, M.Si,” dalam wawancara usai pembukaan kegiatan bersama yayasan Arika mahina, menyampaikan apresiasinya atas Kegiatan ini dalam meningkatkan literasi anak-anak di Ambon melalui pendekatan teknologi.
“Kami mengapresiasi kerja keras teman-teman dari Arika mahina. Berkat kegiatan ini, anak-anak di Ambon akan mulai terbiasa belajar secara digital yang terbukti mampu meningkatkan literasi mereka,” ungkapnya.
Ia menambahkan, rendahnya capaian literasi nasional yang tercermin dalam hasil evaluasi PISA menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kehadiran sekolah Enuma sebagai mitra strategis dinilai mampu menopang upaya peningkatan kualitas pendidikan di Ambon.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan. Guru-guru didorong untuk akrab dengan teknologi agar tidak tertinggal di tengah era digital yang terus berkembang.
“Dunia ke depan adalah dunia teknologi. Kita harus memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat proses pembelajaran, pengajaran, dan pelatihan di sekolah-sekolah kita,” katanya.
Salah satu inovasi yang mulai diperkenalkan di tahun ajaran baru ini adalah (Coding dan Kemampuan Artifisial). Program ini masih bersifat pilihan karena guru-guru masih dalam tahap pelatihan. Namun, ditargetkan pada tahun 2027 mendatang, program ini akan menjadi pelajaran wajib bagi seluruh siswa di Ambon.
“Kita berusaha mengejar ketertinggalan kita dibanding negara-negara seperti India, di mana anak-anak mereka sudah belajar coding sejak dini. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita,” ujarnya.
Namun, ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan teknologi oleh anak-anak. Pemerintah Kota Ambon akan menerbitkan surat edaran yang mengatur pembatasan penggunaan gadget di sekolah, kecuali untuk kepentingan pembelajaran dan keadaan darurat.
“Kami sudah siapkan kebijakan. Jika surat edaran tersebut sudah ditandatangani oleh Wali Kota, maka sekolah-sekolah wajib menyediakan loker atau kotak penyimpanan HP agar penggunaannya bisa diawasi,” jelasnya.
Saat ini, hampir semua siswa di Ambon telah memiliki perangkat seluler, sehingga diharapkan aplikasi Enuma dapat dengan mudah diakses dan dimanfaatkan. Pemerintah juga mendorong kolaborasi antara orang tua, sekolah, pemerintah, dan sektor swasta dalam penyediaan media pembelajaran berbasis digital.
Program Enuma saat ini telah berjalan di 10 sekolah di Kota Ambon.
Semuanya ada 12 sekolah, namun dua di antaranya kini dialihkan ke wilayah Maluku Tengah. Program ini telah memasuki tahun keempat pelaksanaannya dan mulai dikenal luas oleh sekolah-sekolah di Ambon. (*














Komentar