oleh

LAN Kota Ambon Buka Puasa Bersama dan Berbagi Takjil di Wailela Pantai, Tegaskan Perang Melawan Narkoba di Kalangan Generasi Muda.

MM.COM, AMBON, 13 Maret 2026 – Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kota Ambon menggelar kegiatan bertajuk “Satu Meja Seribu Cerita” yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama serta berbagi takjil kepada masyarakat di kawasan Wailela Pantai, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana Ramadan 1447 Hijriah ini dipimpin langsung oleh Ketua LAN Kota Ambon, “M. Saleh Kiat, S.Sos”, didampingi Sekretaris LAN serta para ketua divisi, di antaranya Divisi Event Organizing, Divisi Advokasi, Divisi Sumber Daya Manusia (SDM), Divisi Sosial, serta perwakilan Kartini LAN.

Dalam kesempatan tersebut, Saleh Kiat mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas LAN sejak kepengurusan mereka dilantik oleh Wali Kota Ambon pada 8 Desember 2025 lalu.

Menurutnya, setelah pelantikan tersebut, LAN Kota Ambon telah melaksanakan rapat kerja untuk merumuskan berbagai program strategis yang akan dijalankan dalam waktu dekat.

“Ini merupakan salah satu kegiatan awal kami setelah pelantikan. Setelah Lebaran nanti, berbagai program yang telah disepakati dalam rapat kerja akan mulai kami jalankan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon telah memberikan respons positif terhadap sejumlah agenda yang dirancang oleh LAN. Bahkan setelah Hari Raya Idulfitri nanti direncanakan akan digelar pertemuan dengan Wali Kota Ambon guna membahas program-program jangka panjang lembaga tersebut.

Program-program tersebut difokuskan pada upaya “pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika”, khususnya di kalangan generasi muda.

“Kami ingin memutus mata rantai peredaran narkotika agar tidak masuk ke kalangan generasi muda, terutama pelajar. Mereka inilah yang harus dipersiapkan untuk menyongsong Indonesia Emas,” kata Saleh.

Ia menambahkan bahwa salah satu langkah konkret yang akan dilakukan LAN adalah “melakukan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah serta desa-desa di Kota Ambon”.

Melalui pendekatan dialog dengan pemuda dan pelajar, LAN berharap dapat memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba sekaligus mendorong generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

“Harapannya, generasi muda Ambon tidak hanya menjauhi narkoba, tetapi juga mampu menjadi generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas pada tahun 2045,” jelasnya.

Saleh juga menegaskan bahwa para pengurus LAN yang tergabung saat ini merupakan individu-individu yang secara sukarela terpanggil untuk terlibat dalam gerakan sosial tersebut.

Melalui berbagai program yang akan dijalankan ke depan, LAN Kota Ambon berharap dapat menjadi “mitra strategis pemerintah dan masyarakat” dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba, khususnya bagi generasi muda di Kota Ambon.

Kolaborasi Literasi Anti Narkoba

Kegiatan tersebut juga melibatkan “PAC Relawan Dompet Duafa Volunteer Maluku” yang turut berkolaborasi melalui program literasi untuk mendukung kampanye anti narkoba di Maluku.

Perwakilan PAC Relawan Dompet Duafa Volunteer Maluku, “Aris Munandar”, mengatakan pihaknya siap bersinergi dengan LAN Kota Ambon untuk memperkuat edukasi terkait bahaya narkotika, terutama bagi generasi muda.

Menurut Aris, pihaknya memiliki program “ROSI (Roda Literasi)” yang selama ini dijalankan di berbagai daerah di Maluku.

“Program Roda Literasi ini sudah kami jalankan tujuh kali di Maluku. Kami mengajarkan anak-anak untuk membaca sekaligus mengkampanyekan isu-isu penting, termasuk bahaya narkoba,” jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa program tersebut tidak hanya dilaksanakan di Kota Ambon, tetapi juga menjangkau sejumlah wilayah di Maluku seperti Tual, Buru, Buru Selatan, hingga Seram Bagian Barat.

Aris menilai literasi terkait bahaya narkoba di Maluku masih perlu terus diperkuat melalui sosialisasi yang berkelanjutan.

“Walaupun kegiatan sosialisasi sering dilakukan, tetapi edukasi harus terus diulang. Pengetahuan tidak cukup disampaikan sekali, tetapi perlu terus diingatkan melalui berbagai kegiatan, termasuk kegiatan sosial seperti ini,” katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan kampanye pencegahan narkoba dapat menjangkau lebih luas, termasuk wilayah-wilayah pelosok yang selama ini jarang tersentuh program edukasi.

“Harapannya, dengan kolaborasi ini kita bisa terus mengkampanyekan bahaya narkoba sehingga generasi muda di Maluku bisa tumbuh dengan kegiatan positif dan terhindar dari narkotika,” pungkas Aris.(LD).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *