MM.COM, Jakarta, 29 Maret 2026 – Jasa Raharja memastikan kesiapsiagaan layanan publik menjelang arus balik Idulfitri 2026 melalui kunjungan kerja Direktur SDM & Umum, Rubi Handojo, ke sejumlah Pos Pelayanan Terpadu di wilayah Jawa Timur.
Kunjungan yang dilaksanakan pada Rabu, 25 Maret 2026 tersebut bertujuan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal, khususnya dalam memberikan perlindungan dasar atas risiko kecelakaan lalu lintas bagi masyarakat.
Dalam agenda tersebut, Rubi meninjau langsung beberapa Pos Pelayanan Terpadu, di antaranya di Karanglo (Malang), Omah Jawa (Magetan), serta Monumen Soerjo (Madiun). Pos Pelayanan Terpadu ini merupakan hasil sinergi antara Kepolisian, kementerian, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung keselamatan perjalanan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Berdasarkan data Polda Jawa Timur, terjadi peningkatan signifikan jumlah pemudik ke wilayah tersebut melalui berbagai moda transportasi pada periode 13–24 Maret 2026. Lalu lintas kendaraan, baik melalui jalur tol maupun arteri, tercatat meningkat hingga 18 persen untuk arus masuk dan keluar Jawa Timur.
Sementara itu, jumlah penumpang transportasi udara di Bandara Juanda Surabaya meningkat sebesar 13 persen. Di sektor transportasi laut, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mencatat kenaikan penumpang hingga 21 persen. Sebaliknya, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengalami penurunan jumlah penumpang sebesar 21 persen.
Selain kepadatan saat arus mudik dan balik, lalu lintas di Jawa Timur juga cenderung meningkat pasca-Idulfitri, terutama di kawasan wisata, pusat perbelanjaan, dan tempat hiburan. Kondisi ini mendorong perlunya skenario pengamanan lanjutan guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.
Peninjauan ini difokuskan pada kesiapan petugas Jasa Raharja, kelengkapan sarana dan prasarana, serta memastikan proses pelayanan santunan berjalan cepat, tepat, dan sesuai standar operasional. Hal tersebut sejalan dengan komitmen penerapan prinsip “Zero Pending Claim”, guna memastikan korban kecelakaan memperoleh haknya tanpa penundaan akibat proses birokrasi.
Rubi menegaskan bahwa kesiapan di lapangan menjadi faktor kunci dalam memberikan pelayanan yang responsif.
“Kami memastikan seluruh petugas Jasa Raharja siap siaga dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional. Pada momen arus balik, kecepatan layanan menjadi sangat krusial agar hak korban dapat segera terpenuhi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sebagai bagian dari ekosistem BUMN di bawah Danantara Indonesia, Jasa Raharja terus mendorong penguatan pelayanan prima yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Kehadiran kami bersama stakeholder lainnya di Pos Pelayanan Terpadu merupakan wujud nyata negara hadir dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas Jasa Raharja mengedepankan nilai pelayanan sepenuh hati dengan pendekatan profesional dan humanis. Koordinasi dengan Kepolisian, Dinas Perhubungan, serta fasilitas kesehatan juga terus diperkuat guna memastikan penanganan korban kecelakaan berlangsung cepat dan terpadu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh Pos Pelayanan Terpadu di Jawa Timur dapat berfungsi optimal sebagai garda terdepan pelayanan publik, sekaligus mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama arus balik Idulfitri 2026.
Sebagai penyelenggara asuransi kecelakaan, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan setiap proses berjalan cepat, tepat, dan memberikan kepastian bagi masyarakat.(*













Komentar