MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 15 September 2025 — Semangat olahraga Maluku kembali menyala terang dan bergemuruh di kancah nasional melalui “Garuda Yaksa Tournament IV 2025”, yang resmi digelar pada Aula sporthall karpan Ambon selama tiga hari, dari tanggal 15 hingga 17 September 2025 di Kota Ambon, Maluku.
Turnamen ini bukan sekadar kompetisi karate, melainkan simbol “kebangkitan olahraga Maluku” yang kini mendapat sorotan dari berbagai penjuru Nusantara.
Turnamen yang sebelumnya bernama “Karate Garuda Yaksa Championship” kini naik kelas menjadi kejuaraan nasional bertajuk “Garuda Yaksa Tournament”, dengan mengusung tema Melalui Tournament Karate Garuda Yaksa Championship IV Tahun 2025 Kita Gapai Prestasi Gemilang menandai tonggak penting dalam sejarah olahraga Maluku, khususnya cabang karate.
Ketua Panitia Pelaksana, “Yopie Angwarmasse”, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian FORKI Maluku dan Wakil Ketua Umum III KONI Maluku, dengan bangga menyampaikan bahwa status baru sebagai “turnamen terbuka tingkat nasional” adalah bentuk nyata apresiasi terhadap kualitas karate Maluku.
“Indikatornya jelas! Panitia pelaksana dari pusat, wasit dan juri berlisensi nasional hingga internasional, serta antusiasme berbagai pihak membuktikan bahwa Garuda Yaksa Tournament telah diakui secara nasional,” ujar Yopie dengan penuh semangat.
Meski menyandang status nasional, tahun ini panitia memutuskan “membatasi peserta hanya dari Provinsi Maluku”, sebagai bagian dari proses seleksi menuju ajang bergengsi “PON Beladiri di Kudus”.
Seluruh kategori dipertandingkan, mulai dari usia dini (8–9 tahun) hingga senior (18 tahun ke atas), dengan sistem klasifikasi berdasarkan usia dan berat badan.
Untuk menjaga kualitas dan integritas turnamen, panitia menggandeng “event organizer (EO) nasional dari Bandung”, serta menghadirkan wasit dan juri dari luar Maluku. Semua ini dilakukan untuk memastikan bahwa turnamen berlangsung “adil, objektif, dan bebas dari intervensi”.
“Saya punya banyak koneksi, tapi itu tidak boleh mencemari sportivitas. Tujuan kita adalah mencetak “karateka, pelatih, dan wasit profesional dari Maluku,” tegas Yopie dengan penuh determinasi.
Yopie juga mengungkapkan rasa bangga dan haru atas dukungan penuh yang diterima:
“Saya ingin menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang juga adalah Ketua Umum FORKI Maluku. Perhatian dan komitmen beliau terhadap dunia olahraga sungguh luar biasa, serta semua pihak yang telah membantu yang tak dapat kami sebutkan satu per satu, ini yang membuat kami terus bersemangat.”
Sementara itu, “Ricky Richard Risamenak”, Wakil Ketua Panitia sekaligus Penanggung Jawab Pembinaan Prestasi FORKI Maluku, menekankan bahwa turnamen ini menjadi “ajang seleksi resmi” untuk membentuk tim karate Maluku menuju “PON Beladiri 2025 di Kudus”.
“Tidak ada Pra-PON kali ini. Semua provinsi langsung bertanding. Jadi kami sangat serius dalam menilai “data atlet secara akurat, mulai dari berat badan, kesiapan mental, hingga kondisi fisik,” jelas Ricky.
Selain dukungan dari pemerintah daerah, turnamen ini juga didukung oleh berbagai sponsor seperti “Bank BPDM dan mitra lainnya”, yang turut berperan dalam kelancaran dan pembiayaan kegiatan. Semua elemen bergerak dalam satu irama: “memajukan olahraga Maluku ke panggung nasional dan internasional”.
Di akhir wawancara, baik Yopie maupun Ricky menyampaikan harapan besar agar seluruh elemen olahraga di Maluku, mulai dari atlet, pelatih, wasit, panitia, hingga masyarakat, terus menjaga sportivitas, integritas, dan semangat kebersamaan.
“Jika kita bersatu, menjaga profesionalisme, dan terus bekerja sama, saya yakin “Maluku akan bangkit dan harum namanya di kancah nasional bahkan internasional.” tutup mereka dengan penuh keyakinan. (LD)








Komentar