oleh

Diskominfo Ambon Gerak Cepat Sampai Subuh, Bodewin: Apresiasi Luar Biasa untuk Kadis dan Tim

MM.COM, AMBON, – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon resmi melakukan lompatan besar dalam transformasi digital pengelolaan keuangan dan pelayanan publik. Bertempat di Ruang Vlissingen Balai Kota Ambon, Jumat 12 Juni 2026, Pemkot Ambon meluncurkan “Launching” Implementasi SIPD RI Online, sebuah sistem terintegrasi yang dirancang untuk menciptakan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, efisien, dan terintegrasi.

Agenda strategis ini didukung penuh oleh Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut), bekerja sama dengan Direktorat Bina Keuangan Daerah serta Pusdatin Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon “Bodewin Wattimena” memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap kinerja Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfo) serta seluruh instansi terkait yang telah bekerja totalitas, bahkan hingga dini hari, demi mengawal digitalisasi di Kota Ambon.

“Apresiasi luar biasa untuk konsentrasi darurat di luar sana. Saya pantau setiap malam, bahkan sampai jam 3 subuh belum tidur. Begitu ada laporan warga—baik soal ular di atas plafon rumah hingga gangguan musik—dalam 5 menit Tim Reaksi Cepat langsung tiba di lokasi melalui tombol darurat (112). Ini luar biasa, masyarakat merasakan langsung dampak pelayanan kita,” ujar Pj Wali Kota dengan nada bangga.

Melihat efektivitas pelayanan digital dan respons cepat yang kian matang, Wali Kota bahkan melontarkan wacana berani terkait efisiensi program birokrasi. Ia menilai, jika sistem digitalisasi dan layanan pengaduan ini terus berjalan konsisten, agenda rutin Jumat seperti “WAJAR” (Walikota Jumpa Rakyat) di kantor wali kota bisa saja ditiadakan karena keluhan warga sudah langsung tereksekusi secara “real-time”.

“Kalau kita terus melakukan (layanan respons cepat) seperti ini, maka kegiatan Wali Kota Jumat rakyat di kantor itu kita hapus saja. Karena buat apa lagi orang datang menyampaikan keluhan kalau semua sudah selesai lewat sistem? Lebih baik kita langsung turun ke lapangan,” tegasnya.

Rencana Strategis 2027: Jemput Bola ke Desa dan Negeri.
Lebih lanjut, Pemkot Ambon telah menyiapkan “roadmap” keberlanjutan. Di tahun kedua nanti, tepatnya pada tahun 2027, fokus pelayanan akan dialihkan langsung secara “mobile” ke tingkat desa, kelurahan, dan negeri.

Nantinya, alih-alih menunggu masyarakat datang ke pusat kota, Pemkot Ambon yang akan turun langsung membawa program pelayanan publik, sekaligus menyertakan pembagian bantuan sosial bagi warga miskin.

“Turun langsung ke desa, negeri, dan kelurahan disertai pembagian bantuan kepada warga miskin itu jauh lebih efektif dan berdampak langsung, dibanding kita hanya duduk menunggu (menerima keluhan) di kantor,” tambahnya.

Dengan diimplementasikannya SIPD RI Online yang disinkronkan dengan DJP serta Bank Maluku Malut, Pemkot Ambon optimistis sistem administrasi keuangan daerah tidak hanya semakin bersih dari celah korupsi, tetapi juga menjadi motor penggerak utama bagi pelayanan publik yang serba cepat, modern, dan menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat Ambon.(LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *