MANGGUREBEMAJU.COM, Seram Timur – Gelombang penolakan terhadap Amahoru terus menguat di Seram Timur. Para aktivis, tokoh masyarakat, dan elemen pemuda menyatakan sikap keras karena Amahoru diduga membawa kepentingan gelap yang berpotensi merugikan rakyat dan mencederai prinsip pemerintahan yang bersih serta berkeadilan.
Rekam jejak yang beredar di publik memperlihatkan adanya dugaan keterkaitan Amahoru dengan lingkaran elit politik dan birokrasi. Karena itu, masyarakat menilai kehadiran Amahoru bukanlah solusi, melainkan ancaman bagi tata kelola daerah.
“Seram Timur bukan tempat untuk kepentingan kotor. Kami menolak keras Amahoru yang diduga menjadi alat permainan elit. Jangan kotori tanah ini dengan kepentingan busuk yang hanya menguntungkan segelintir orang,” tegas Agus, Aktivis Seram Timur.
Para aktivis menilai, jika pemerintah daerah tetap diam dan memberi ruang, maka hal itu hanya akan memperkuat dugaan adanya pembiaran sistematis. Kondisi tersebut sangat berbahaya, sebab banyak anak negeri Seram Timur yang jauh lebih kompeten, berintegritas, dan berkapasitas, namun justru dipinggirkan oleh kepentingan kelompok luar.
“Kami tegaskan sekali lagi, rakyat butuh pemimpin yang lahir dari rahim daerah ini sendiri, yang memahami penderitaan masyarakat. Mengapa harus dipaksakan menghadirkan sosok yang diduga hanya memperpanjang kepentingan elit? Seram Timur masih memiliki putra-putri terbaik yang siap membangun dengan hati,” tambah Agus dengan nada keras.
⸻
POIN TUNTUTAN AKTIVIS SERAM TIMUR
1. Menolak secara tegas kehadiran Amahoru di Seram Timur karena diduga sarat kepentingan gelap yang berpotensi mengorbankan kepentingan rakyat dan merusak integritas pemerintahan daerah.
2. Mendesak aparat penegak hukum untuk segera menyelidiki Amahoru yang diduga terlibat dalam lingkaran elit politik dan birokrasi, serta memastikan dugaan praktik manipulasi tidak dibiarkan berkembang di Seram Timur.
3. Meminta Pemerintah Daerah Seram Timur untuk tidak memberi ruang kepada Amahoru yang diduga hanya menjadi kepanjangan tangan kepentingan elit tertentu. Diamnya pemerintah daerah dapat dianggap sebagai bentuk pembiaran dan dugaan pengkhianatan terhadap rakyat.
4. Menuntut keberpihakan kepada anak negeri karena masih banyak putra-putri Seram Timur yang kompeten. Mengabaikan anak negeri demi memberi jalan pada pihak luar yang diduga sarat kepentingan adalah penghinaan terhadap potensi lokal.
5. Menolak segala bentuk dugaan nepotisme, penyalahgunaan jabatan, dan praktik politik kotor yang bisa merugikan pembangunan daerah dan merampas masa depan masyarakat Seram Timur.
6. Mengancam akan terus melakukan aksi penolakan melalui jalur konstitusional maupun aksi massa di lapangan jika dugaan praktik kepentingan gelap ini tidak dihentikan.
“Perjuangan ini bukan sekadar penolakan terhadap individu, melainkan perlawanan terhadap sistem kepentingan gelap yang diduga ingin menancapkan kuku di Seram Timur. Kami tidak anti pembangunan, tapi kami anti pada dugaan manipulasi dan permainan elit yang mencederai rakyat. Seram Timur hanya akan berdiri tegak jika dipimpin oleh anak negeri sendiri,” tutup Agus dengan lantang.








Komentar