MM.COM,Ambon, 13 Juli 2026 – Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar bersama organisasi sayap lainnya, yang semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026, resmi ditunda atas instruksi dan arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Kepastian penundaan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Korbid Kebijakan Publik DPD Partai Golkar Maluku, R. Boy Sangadji, dalam konferensi pers bersama sejumlah wartawan di Ambon, Senin (13/7).
Dalam keterangannya, R. Boy Sangadji menegaskan bahwa penundaan pelantikan sama sekali bukan disebabkan oleh persoalan internal organisasi. Menurutnya, seluruh rangkaian persiapan telah rampung dan pelantikan sebenarnya siap dilaksanakan. Namun, Ketua Umum DPP Partai Golkar berhalangan hadir karena harus menjalankan agenda kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan.
“Seluruh persiapan pelantikan sebenarnya telah selesai dan siap dilaksanakan. Namun karena Ketua Umum DPP Partai Golkar memiliki agenda penting yang berkaitan dengan urusan negara, maka pelantikan untuk sementara waktu ditunda. Ini hanya penundaan, bukan pembatalan,” tegas R. Boy Sangadji.
R. Boy menjelaskan, pelantikan pengurus Golkar Maluku memiliki nilai strategis karena Golkar merupakan salah satu organisasi pendiri sekaligus pilar utama Partai Golkar yang memiliki peran penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi dan perjuangan politik partai di Provinsi Maluku.
Menurutnya, setelah resmi dilantik, seluruh jajaran pengurus Golkar Maluku akan langsung bekerja membangun kekuatan organisasi hingga ke akar rumput guna mendukung kemenangan Partai Golkar pada berbagai agenda politik nasional maupun daerah.
“Golkar memiliki tanggung jawab besar untuk ikut membangun kekuatan Partai Golkar. Kami ingin berkontribusi dalam memenangkan Golkar pada Pemilihan Presiden, Pemilu Legislatif, termasuk pemilihan kepala daerah di Maluku,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Golkar Maluku Anos Yermias menegaskan bahwa penundaan pelantikan tidak sedikit pun mengurangi semangat dan soliditas seluruh pengurus. Ia memastikan seluruh jajaran tetap siap menjalankan agenda organisasi begitu jadwal pelantikan yang baru ditetapkan.
Menurutnya, Golkar Maluku telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota sebagai bagian dari upaya membesarkan Partai Golkar di Maluku.
“Ikhtiar kami adalah memperkuat Partai Golkar agar mampu merebut kursi DPR RI dari daerah pemilihan Maluku, memenangkan Pemilihan Presiden, meningkatkan perolehan kursi DPRD, serta memenangkan pemilihan kepala daerah,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa seluruh undangan pelantikan sebelumnya telah disampaikan kepada pengurus DPD Golkar kabupaten/kota se-Maluku. Setelah adanya keputusan penundaan, panitia segera menginformasikan perubahan jadwal kepada seluruh peserta yang telah diundang.
“Alhamdulillah seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal. Kami memahami kondisi ini karena Ketua Umum memiliki tugas kenegaraan yang harus diprioritaskan. Karena itu kami berharap seluruh pengurus tetap bersabar, menjaga kekompakan, dan mempertahankan semangat hingga pelantikan dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan,” ujarnya.
Meski pelantikan mengalami penundaan, Golkar Maluku memastikan agenda konsolidasi organisasi tetap berjalan. Pengurus berkomitmen terus memperkuat struktur organisasi, meningkatkan koordinasi dengan kader di seluruh daerah, serta mengoptimalkan peran Golkar sebagai organisasi yang berkontribusi dalam memperbesar kemenangan Partai Golkar pada berbagai kontestasi politik mendatang.
Dengan soliditas pengurus, kesiapan kader di seluruh kabupaten dan kota, serta komitmen untuk terus membangun kekuatan organisasi, DPD Golkar Maluku optimistis mampu menjadi salah satu pilar utama yang memperkuat Partai Golkar di Provinsi Maluku menuju kemenangan pada Pemilu dan Pilkada yang akan datang. (*








Komentar