MM.COM, AMBON, – Struktur organisasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) di wilayah Maluku resmi mengalami restrukturisasi besar-besaran. Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon kini resmi berubah nomenklatur menjadi Komando Daerah Maritim Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon.
Perubahan ini diikuti dengan peningkatan eselon komando, di mana pucuk pimpinan yang sebelumnya dijabat oleh perwira tinggi berpangkat Laksamana Pertama (Bintang Satu), kini dinaikkan menjadi Laksamana Muda (Bintang Dua).
Dampak dari validasi organisasi ini juga menyentuh satuan tempur di bawahnya. Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan IX Ambon kini resmi dinaikkan grid dan statusnya menjadi Satuan Pertahanan Pantai (Sathanpan) Kodaeral IX Ambon. Seiring dengan kenaikan tingkat ini, komando satuan yang dulunya dipimpin oleh perwira berpangkat Letnan Kolonel (Letkol), kini dipegang oleh perwira berpangkat Kolonel.
Hal tersebut diungkapkan oleh Komandan Satuan Pertahanan Pantai Kodaeral IX Ambon yang baru, “Kolonel Laut (P) Frejohn Da Costa M.Tr.Opsla.,” saat diwawancarai awak media usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Ambon, Senin (13/7/2026).
Perketat Perbatasan dan Penempatan Rudal Berpemandu di Blok Masela.
Kolonel Laut “Frejohn Da Costa” menjelaskan bahwa dengan peningkatan status ini, tugas dan tanggung jawab Satuan Pertahanan Pantai akan semakin besar dalam menjaga seluruh aset negara serta daerah perbatasan di wilayah kerja Kodaeral IX Maluku.
Ke depan, satuan ini akan diperkuat dengan persenjataan khusus dan alutsista strategis berat, terutama untuk mengamankan wilayah-wilayah luar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
“Nanti kita akan diberikan senjata-senjata khusus, senjata-senjata strategis, khususnya di daerah-barat perbatasan. Ada beberapa jenis senjata yang akan diberikan kepada Kodaeral IX. Rudal-rudal berpemandu khusus nanti akan ditaruh, khususnya di wilayah Blok Masela yang berbatasan langsung dengan Australia,” ungkap Kolonel Frejohn kepada awak media.
Putra Daerah Kembali ke Tanah Lahir.
Menariknya, pemegang tongkat komando pertama Satuan Pertahanan Pantai Kodaeral IX Ambon ini merupakan seorang putra daerah asli Maluku. Perwira menengah dengan gelar M.Tr.Opsla (Magister Terapan Operasi Pertahanan Laut) ini mengaku bangga bisa mengabdi di tanah kelahirannya.
“Puji Syukur Alhamdulillah, Saya lahir dan besar di Ambon, saya bangga bisa kembali mendedikasikan diri saya di tanah kelahiran saya bahkan Maluku secara keseluruhan, tutur perwira dengan melati tiga di pundak tersebut sembari tersenyum.
Di akhir wawancara, Kolonel Frejohn juga membuka ruang bagi awak media untuk terus bersinergi, membangun kemitraan, serta memantau langsung perkembangan pembangunan pertahanan di wilayah perbatasan Maluku. (LD).








Komentar