oleh

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Maluku Ajak Pers Perkuat Ketahanan Sosial dan Bentengi Masyarakat dari Disinformasi

MM.COM, POLDA MALUKU– Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Maluku terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan memperkokoh persatuan di daerah.

Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Duduk Bacarita Bersama Insan Pers” yang dipimpin Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si di Ruang Sagu, Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dialog itu dihadiri Wakapolda Maluku, kepala Stasiun LPP-RRI Ambon, Ketua PWI Provinsi Maluku beserta jajaran, para pejabat utama Polda Maluku, pimpinan redaksi, serta jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, dan online di Maluku.

Kapolda Maluku mengatakan, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi momentum refleksi bagi institusi Polri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kemitraan dengan seluruh komponen bangsa dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pembangunan daerah.

Menurutnya, insan pers memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam membangun ruang publik yang sehat, menciptakan optimisme masyarakat, serta menjaga kondusivitas melalui penyajian informasi yang akurat dan berimbang.

“Forum ini bukan sekadar pertemuan formal. Kami ingin membangun ruang dialog yang terbuka untuk saling bertukar pikiran, menerima masukan, dan memperkuat kolaborasi demi kemajuan Maluku. Keamanan dan pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk insan pers,” kata Kapolda.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menyampaikan apresiasi atas kontribusi media yang selama ini turut mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif di Maluku.

Di tengah perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan media sosial, media arus utama dinilai memiliki tanggung jawab penting sebagai sumber informasi yang kredibel sekaligus benteng dalam menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk disinformasi yang berpotensi memicu keresahan masyarakat.

“Media mainstream adalah benteng informasi yang sehat. Setiap berita yang dipublikasikan melalui proses verifikasi dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Karena itu kami mengapresiasi peran rekan-rekan pers yang selama ini turut menjaga stabilitas dan ketenangan masyarakat,” ujarnya.

Kapolda juga memaparkan bahwa situasi keamanan di Maluku menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Polda Maluku, angka konflik sosial mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 126 kejadian konflik sosial, kemudian menurun menjadi 96 kejadian pada tahun 2025. Sementara hingga pertengahan tahun 2026, jumlah konflik sosial yang tercatat hanya enam kejadian.

Menurut Kapolda, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, insan pers, hingga aparat keamanan yang terus menjaga semangat persaudaraan dan kebersamaan.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Polisi hanya menjadi penggerak dan fasilitator, sedangkan keberhasilan menjaga perdamaian lahir dari kesadaran kolektif masyarakat itu sendiri,” tegasnya.

Selain membahas situasi keamanan, forum tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat di era digital, termasuk pentingnya literasi informasi bagi generasi muda.

Kapolda menilai peningkatan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi yang benar menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi digital yang berkembang saat ini.

“Kita harus membangun kesadaran bersama agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar. Literasi digital menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sosial dan keamanan masyarakat,” katanya.

Dalam dialog tersebut, Kapolda juga menegaskan komitmen Polda Maluku untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai program edukasi dan pembinaan generasi muda, termasuk melalui program Polisi Mengajar yang menanamkan nilai-nilai toleransi, persatuan, kesadaran hukum, dan wawasan kebangsaan kepada para pelajar.

Mengakhiri kegiatan, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Bhayangkara ke-80 sebagai penguat komitmen bersama dalam menjaga persaudaraan dan kedamaian yang telah menjadi identitas masyarakat Maluku.

“Maluku Tarus Biking Bae dan Basudara Tarus Biking Bae. Semangat persaudaraan, pela gandong, dan kearifan lokal harus terus kita rawat bersama sebagai fondasi utama dalam menjaga perdamaian, persatuan, dan kemajuan Maluku,” pungkasnya.

Kegiatan “Duduk Bacarita Bersama Insan Pers” merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang dilaksanakan Polda Maluku sebagai upaya memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung terwujudnya keamanan yang kondusif, pembangunan yang berkelanjutan, serta persatuan bangsa di kawasan Indonesia Timur. (*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *