MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 11 Agustus 2025 – Pemerintah Kota Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Ambon sebagai “City of Music” dunia, dengan memperkuat pondasi pembinaan generasi muda dalam bidang musik serta membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Wali Kota Ambon dalam wawancara awak media sesuai mengukuhkan kepengurusan LASQI Nusantara Jaya kota Ambon sekaligus membuka dengan resmi Raker pertama LASQI, bertempat di Zest hotel lt 9, menegaskan bahwa upaya menjadikan Ambon sebagai kota musik bukan sekadar mimpi, melainkan kerja keras yang dilakukan secara sistematis.
Salah satu langkah nyata adalah penguatan pendidikan musik di sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama. Saat ini, sebanyak 20 sekolah telah menerapkan kurikulum musik terpadu yang menggabungkan musik tradisional, musik modern, dan musik Islami.
“Ini adalah bagian dari upaya kita membangun pondasi yang kuat. Kami berharap kurikulum ini bisa dikolaborasikan dengan DPD Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI), agar seni kasidah menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan musik di Ambon,” ungkap Wali Kota.
Pemerintah Kota Ambon juga tengah membangun ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan seluruh subsektor industri kreatif, termasuk musik, budaya, kearifan lokal, hingga UMKM. Nantinya, kawasan Ruang Terbuka Publik (RTP) akan dijadikan contoh pengembangan ekosistem ini, sehingga sektor kreatif mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal.
Reformasi Birokrasi Tanpa Nepotisme
Di sisi lain, Pemerintah Kota Ambon juga melakukan pembenahan serius dalam sektor birokrasi. Wali Kota menegaskan komitmennya membangun birokrasi yang profesional, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Hal ini diwujudkan melalui proses evaluasi kinerja dan seleksi terbuka (jovin) bagi pejabat pimpinan tinggi pratama.
“Kami telah melakukan dua tahap, yaitu penilaian kinerja terhadap pimpinan OPD yang menjabat lebih dari lima tahun dan proses seleksi terhadap seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama. Semuanya dilakukan sesuai dengan mekanisme, dengan izin dari Kementerian Dalam Negeri dan Badan Kepegawaian Negara,” jelas Wali Kota.
Hasil dari proses ini sudah diserahkan kepada BKN dan tinggal menunggu pengumuman resmi. Setelah itu, pelantikan akan segera dijadwalkan.
Wali Kota menegaskan tidak ada pejabat yang dinonjobkan, karena seluruh penempatan dilakukan berdasarkan kapasitas dan kompetensi masing-masing.
“Nantinya akan ada kontrak kinerja yang harus dipenuhi, berisi 17 program prestasi. Ini adalah bentuk keseriusan kita untuk membangun birokrasi yang benar-benar melayani rakyat,” tegasnya.
Dengan sinergi antara pengembangan sektor musik, ekonomi kreatif, dan reformasi birokrasi, Ambon diharapkan semakin dekat pada cita-cita menjadi kota musik dunia yang maju, inklusif, dan berdaya saing tinggi. (LD)








Komentar