MM.COM, AMBON – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Maluku menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Posyandu Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026, (19/4/2026). Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Posyandu dalam mendukung pencapaian 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di wilayah Maluku.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Maluku, “Maya Baby Rampen Lewerissa”, menegaskan bahwa paradigma lama yang menganggap Posyandu hanya sebagai tempat menimbang bayi atau imunisasi harus segera ditinggalkan. Kini, Posyandu telah bertransformasi menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang terintegrasi untuk melayani seluruh siklus hidup manusia.
“Di wilayah kepulauan seperti Maluku, Posyandu adalah ‘nadi’ pelayanan publik yang paling dekat dengan pintu rumah warga dan mampu menembus batas geografis,” ujar Maya di hadapan para peserta yang terdiri dari jajaran Pemerintah Provinsi, Kepala OPD, serta Ketua Tim Pembina Posyandu dari 11 Kabupaten/Kota se-Maluku.
Maya menjelaskan bahwa integrasi layanan di Posyandu kini mencakup enam bidang SPM, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.
Guna menyukseskan transformasi yang diinisiasi oleh Dinas PMD Provinsi Maluku ini, Maya menitipkan tiga poin krusial kepada para pemangku kepentingan. Pertama, ia meminta agar “ego sektoral dibuang jauh-jauh”.
“Posyandu era baru bukan hanya milik sektor kesehatan atau pemberdayaan masyarakat saja, tapi milik bersama. Setiap OPD harus melihat Posyandu sebagai instrumen pencapaian target kinerja SPM di instansi masing-masing,” tegasnya.
Poin kedua berkaitan dengan “optimalisasi data”. Maya mendorong pemanfaatan kader Posyandu untuk pendataan ‘bottom-up’ yang akurat, mulai dari isu anak putus sekolah hingga pendataan warga miskin dan rumah tidak layak huni. Ketiga, ia menekankan pentingnya “dukungan pembinaan serta anggaran” yang konkret dari OPD pengampu sebagai pendukung sarana prasarana.
Menutup arahannya, Maya mengajak seluruh Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota untuk menjadikan Rakor ini sebagai ajang penyusunan rencana aksi yang nyata, bukan sekadar dokumen di atas meja.
Dengan semangat gotong royong dan nilai-nilai kearifan lokal seperti Pamahanusa (malukun Tengah), Maren (kota tual), Larvul Ngabal (maluku Tenggara), Duan Lolat (Tanimbar), Ita Wotu (SBT), dan motto lainnya, kiranya transformasi yang didorong oleh Dinas PMD ini diharapkan mampu meningkatkan Indeks Desa dan kualitas hidup masyarakat di Bumi Raja-Raja secara signifikan.
“Mari kita jadikan Posyandu sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi emas Maluku yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” pungkasnya.(LD)








Komentar