MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon – Forum Masyarakat Tanimbar Maluku (FMTM) menggelar Perayaan Natal dengan tema “Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Semua” dan subtema “Bersatu, Maju, dan Sejahtera”. Kegiatan ini dihadiri Gubernur Maluku “Hendrik Lewerissa”, Forkopimda Provinsi Maluku, Wali Kota Ambon “Bodewin Wattimena”, pimpinan gereja, tokoh adat, serta masyarakat Tanimbar di Kota Ambon dan sekitarnya.
Acara berlangsung berurutan mulai dari pembukaan, ibadah, ceremonial, hingga penutup. Doa pembukaan dipimpin “Pdt. John Lerebulan”. Firman Tuhan diambil dari Injil Markus 1:29–34 yang dibacakan dan direfleksikan oleh “Ps. Anton Kawole”. Dalam pesannya ditegaskan bahwa Yesus hadir untuk menyelamatkan, menyembuhkan, dan memulihkan umat manusia. Setiap doa dan pergumulan tidak akan disia-siakan Tuhan, khususnya bagi orang Tanimbar yang berada di pemerintahan agar melayani sebagai hamba Tuhan dengan memprioritaskan masyarakat kecil dan membutuhkan pertolongan. Ibadah dimeriahkan dengan pujian dan tarian rohani, serta ditutup doa syafaat oleh “Pdt. H.R.T. Tupan”.
Ketua Panitia “Petrus C. Angwarmasse” dalam laporannya menyampaikan bahwa Forum Masyarakat Tanimbar Maluku didirikan pada 11 Maret 2023 di Kota Ambon sebagai wadah pemersatu masyarakat Tanimbar serta penyalur aspirasi demi kemajuan Kota Ambon dan Provinsi Maluku. Persiapan Natal melibatkan seluruh paguyuban, dikerjakan selama tiga bulan tiga hari, serta mengundang basudara umat Muslim sebagai wujud toleransi dan persaudaraan.
Ketua Umum FMTM “Jan A.Terry” menyebut perayaan Natal ini sebagai momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya masyarakat Tanimbar dapat bersatu dalam skala besar di Ambon dan Provinsi Maluku. Ia menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur Tanimbar di tengah tantangan globalisasi, serta mengapresiasi Pemerintah Provinsi Maluku atas kepercayaan kepada putri terbaik Tanimbar, “Dr. Sarlota Singerin”, sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam sambutan dan pesan Natal menekankan bahwa Natal bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan perayaan nilai kasih, perdamaian, dan persaudaraan di tengah kemajemukan. Pertama Ia mengajak masyarakat Tanimbar terus menjaga solidaritas dan sinergi untuk mendukung pembangunan Maluku. Dan kedua ia menekankan bahwa Natal juga menjadi momentum evaluasi diri, pemulihan relasi, serta kepedulian terhadap sesama, termasuk mendoakan saudara-saudara di berbagai daerah yang terdampak bencana.
Perayaan Natal Forum Masyarakat Tanimbar Maluku ditutup dengan penuh sukacita dan semangat persatuan melalui seruan bersama:
“Kidabela Tanimbar, Tanimbar Kidabela.”(LD)








Komentar