MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 5 November 2025 — Dalam rangka memperingati “Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61”, Pemerintah Kota Ambon bekerja sama dengan “PT Bio Farma” menggelar kegiatan “Kick Off Screening Kanker Leher Rahim dengan Metode HPV DNA” bertema “Road to Zero HPV: Langkah Berkelanjutan Pencegahan Kanker Leher Rahim untuk Perempuan Indonesia”.
Acara ini berlangsung di lantai 2 Swiss-Belhotel Ambon, dengan dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga kesehatan.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Ambon, “Elly Toisutta, S.Sos”, didampingi oleh Vice President Marketing Operation PT Bio Farma, “Hersi Rosilani, S.E., M.Si.”
Turut hadir pula:
-Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon,
– Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Ambon,
– Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon,
– Pimpinan organisasi perempuan Forkopimda,
– Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku,
– Akademisi dan pimpinan universitas di Kota Ambon,
– Para Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan,
– Serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Sambutan PT Bio Farma: Inovasi untuk Pencegahan Kanker Serviks
Dalam sambutannya, “Hersi Rosilani, S.E., M.Si.” menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini, serta menekankan pentingnya kolaborasi untuk menekan angka kematian akibat kanker leher rahim di Indonesia.
“Kanker leher rahim masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Namun penyakit ini dapat dicegah dan dideteksi sejak dini. Melalui metode HPV DNA yang lebih modern dan akurat, kami berharap semakin banyak perempuan yang terlindungi dan semakin sedikit yang terlambat terdiagnosis,” ujarnya.
Hersi juga menambahkan bahwa PT Bio Farma berkomitmen mendukung “Rencana Aksi Nasional (RAN) Deteksi Dini Kanker Serviks” yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI, dengan fokus meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperluas akses layanan kesehatan perempuan.
“Wanita sehat akan melahirkan generasi yang sehat. Dari perempuanlah masa depan bangsa yang kuat dan bahagia bermula,” tambahnya disambut tepuk tangan peserta.
Sambutan Wakil Wali Kota Ambon: Perkuat Cakupan Deteksi Dini
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta, S.Sos, mengungkapkan bahwa cakupan deteksi dini kanker serviks di Ambon masih tergolong rendah.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, cakupan pemeriksaan “IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) pasca pandemi masih di bawah 5%”, dengan rata-rata “hasil positif 2%”, dan sekitar “15% di antaranya dicurigai sebagai kasus kanker serviks” yang memerlukan penanganan lanjutan.
“Kami menyadari masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri. Banyak perempuan masih takut, bahkan merasa tabu membicarakan kesehatan reproduksi. Padahal deteksi dini sangat penting agar penyakit ini tidak terlambat diketahui,” ujar Elly.
Beliau juga menjelaskan bahwa Kota Ambon telah memiliki “dua unit krioterapi aktif” di Puskesmas Benteng dan Puskesmas Karang Panjang, sebagai bentuk kesiapan fasilitas dalam menangani lesi pra-kanker.
Tantangan dan Upaya Pemerintah Kota
Elly menyoroti beberapa tantangan utama dalam pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks, antara lain:
1. ‘Rendahnya kesadaran masyarakat’ untuk melakukan pemeriksaan.
2. ‘Rasa takut terhadap hasil pemeriksaan’.
3. ‘Masih adanya anggapan tabu’ terhadap isu kesehatan reproduksi.
Sebagai solusi, Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, di antaranya:
– Kerjasama dengan Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, dan organisasi perempuan lainnya.
– Dukungan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Ambon.
– Keterlibatan aktif organisasi keagamaan seperti Bayangkari, Adhyaksa Dharma Karini, dan komunitas pengajian serta gereja.
“Pemerintah Kota Ambon akan terus hadir di tengah masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan akses pemeriksaan. Perempuan harus berani menjaga kesehatannya, karena dari perempuanlah kehidupan dimulai,” tegas Wakil Wali Kota.
Talkshow dan Edukasi: Bangun Kesadaran dari Keluarga
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan “talkshow interaktif” bertema ‘Road to Zero HPV’, yang menghadirkan narasumber dari Bio Farma dan Dinas Kesehatan.
Sesi ini membahas pentingnya “vaksinasi HPV”, “deteksi dini kanker serviks”, serta “peran keluarga dalam mendukung kesehatan reproduksi perempuan”.
Wakil Wali Kota Ambon juga turut membuka sesi tanya jawab pertama, menegaskan bahwa peningkatan kesadaran bisa dilakukan melalui pendekatan digital, sosial media, dan kegiatan komunitas perempuan agar pesan kesehatan mudah menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Harapan Bersama: Menuju Eliminasi Kanker Serviks 2030
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Ambon menuju target nasional “eliminasi kanker serviks tahun 2030”.
Melalui penerapan metode “HPV DNA sebagai co-testing bersama IVA”. diharapkan pemeriksaan menjadi lebih akurat, efisien, dan dapat dilakukan dengan interval lebih panjang hingga lima tahun jika hasil negatif.
Pemerintah Kota Ambon dan PT Bio Farma berkomitmen memperluas akses layanan, memperkuat sistem rujukan, serta memperbanyak kegiatan edukasi masyarakat agar semakin banyak perempuan terlindungi.
Kolaborasi Demi Generasi Sehat
Menutup acara, seluruh peserta diajak mengobarkan semangat “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”.
Semangat ini menegaskan bahwa “kesehatan perempuan adalah fondasi masa depan bangsa”.
“Mari bersama kita wujudkan Ambon bebas kanker serviks. Langkah kecil hari ini adalah investasi besar untuk masa depan yang lebih sehat, kuat, dan bahagia,” pungkas Hersi Rosilani.
Acara ‘Road to Zero HPV’ di Ambon menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga kesehatan, dan masyarakat.
Dengan semangat gotong royong, edukasi, dan inovasi teknologi, Ambon meneguhkan diri sebagai kota yang peduli pada kesehatan perempuan menuju Indonesia bebas kanker serviks 2030.(LD).








Komentar