MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 14 Agustus 2025 — Dengan penuh semangat dan rasa bangga, Sertu Edy Latupeirissa dari Satuan Jasdam XV/Pattimura, Ambon, mengenang perjalanan mulianya sebagai bagian dari pasukan perdamaian dunia di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Sebagai salah satu perwakilan dari Batalyon 733 Masariku, Sertu Edy menuturkan bahwa pengalamannya sebagai Satgas PBB adalah salah satu pencapaian tertinggi dalam karier militernya.
“Menjadi bagian dari Satgas UNIFIL adalah kebanggaan tersendiri. Tidak semua prajurit memiliki kesempatan ini. Kami merasa terpanggil dan terhormat dapat mewakili Indonesia dalam misi perdamaian dunia,” ujar Edy saat diwawancarai oleh awak media usai peringatan hari veteran provinsi Maluku pada Lt.7 kantor Gubernur promal.
Misi UNIFIL di Lebanon bukanlah sekadar penugasan rutin. Di tengah kondisi geopolitik yang sensitif, para prajurit dituntut untuk menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan profesionalisme tinggi.
Sertu Edy mengisahkan salah satu pengalaman paling berkesan selama penugasannya di perbatasan Lebanon-Israel pada tahun 2014–2015.
“Saat itu kami sedang patroli dan menemukan alat penyadap milik Israel yang dipasang di wilayah Lebanon. Penemuan ini menjadi prestasi besar bagi tim kami. Kami pun mendapat penghargaan dan kenaikan pangkat luar biasa atas keberhasilan tersebut,” kenangnya.
Sertu Edy merupakan bagian dari tim Bintara yang berangkat bersama satu perwira dan satu tamtama mewakili Batalyon 733, bergabung dalam Batalyon Komposit di bawah KOSRAT 305 Karawang. Penugasan ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi dirinya pribadi, tetapi juga bagi keluarga besar TNI AD, khususnya di wilayah Maluku.
Dirinya berharap generasi prajurit berikutnya, khususnya dari Batalyon 733 Masariku, juga diberikan kesempatan untuk mengemban tugas sebagai pasukan perdamaian dunia. Menurutnya, misi semacam ini bukan hanya membentuk karakter prajurit, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga nama baik bangsa Indonesia di mata internasional.
“Kami berharap, ke depan lebih banyak prajurit dari Maluku dan wilayah timur Indonesia lainnya yang bisa tampil di panggung internasional lewat misi PBB, baik di Lebanon, Afrika, Mali, atau wilayah konflik lainnya,” tambahnya.
Penugasannya dalam misi UNIFIL menjadi bukti nyata kontribusi prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Dengan semangat dan dedikasi tinggi, Sertu Edy dan rekan-rekannya telah menorehkan sejarah yang patut menjadi inspirasi bagi para prajurit muda.
“Ini bukan sekadar tugas, tetapi sebuah pengabdian dan kehormatan. Tugas menjaga perdamaian dunia adalah bagian dari jatidiri prajurit TNI,” tutup Sertu Edy dengan penuh semangat. (LD)








Komentar