oleh

22 Negeri Jasirah Resmi Bentuk Organisasi Adat Hetu Jasira, Kukuhkan Kombes Pol. Hujrah Soemena sebagai “Upu Pasalook” 2025–2030

MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 23 November 2025 — Sejarah baru tercipta bagi masyarakat adat Jasirah saat 22 negeri di kawasan Jazirah Leihitu dan Jazirah Salahutu resmi menyatakan diri keluar dari Perhimpunan Anak Negeri Jasira Leihitu (Hena Hetu) dan mendirikan organisasi adat baru bernama “Persatuan Anak Negeri Membangun Jasira” atau “Hetu Jasira”.

Deklarasi pembentukan ini berlangsung dalam “Musyawarah Adat Masyarakat Jasirah” yang digelar di Ballroom Hotel Santika, Ambon, dan dihadiri oleh para raja, perangkat adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan OPD, serta berbagai unsur pemerintah daerah.

Majelis Latupatti Jasira Terbitkan Dua Surat Keputusan Penting

Acara dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Latupatti Jasirah Leihitu, “H. Ali Slamet, SE., M.Si”, yang membacakan dua Surat Keputusan (SK) monumental:

1. SK Nomor 01/MPL-JL/2025

Berisi keputusan resmi “melepaskan diri dari organisasi Hena Hetu” yang dinilai telah melenceng dari mekanisme adat dan AD/ART, serta “membentuk organisasi adat baru Hetu Jasira” sebagai wadah resmi perjuangan 22 negeri dalam memperkuat adat, budaya, dan persatuan masyarakat Jasirah.

“2. SK Nomor 03/TNPG-JL/2025”

Menetapkan “Kombes Pol. Hujrah Soemena, S.I.K., M.H.” sebagai “Upu Pasalook Jasira” untuk masa bakti 2025–2030. Pengukuhan adat akan dilakukan bersamaan dengan pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hetu Jasira.

“Hari Ketika Jasira Memanggil Anak-Anaknya” Sambutan Ketua Majelis Latupatti

Dalam sambutannya, “H. Ali Slamet” menegaskan bahwa pembentukan Hetu Jasira bukan sekadar organisasi, melainkan “rumah besar adat” bagi generasi masa kini dan masa depan.

Ia menekankan pentingnya persatuan 22 negeri:

“Jasira hanya akan kuat jika negerinya bersatu, dan negerinya hanya akan maju jika raja-raja berjalan searah. Kalau tali gandong putus, negeri hilang arah. Mulai hari ini, Jasira harus berdiri sebagai satu tubuh, satu adat, satu langkah, satu masa depan.”

Ia juga menegaskan bahwa organisasi ini merupakan instrumen memperjuangkan hak adat, memperkuat identitas budaya, serta membangun masa depan generasi muda agar tidak menjadi “penonton di tanah sendiri”.

Upu Pasalook Kombes Pol. Hujrah Soemena: ‘Harga Diri Jasirah Adalah Nomor Satu’

Dalam sambutannya sekaligus pembukaan resmi musyawarah, Kombes Pol. Hujrah Soemena menekankan komitmen untuk menjaga martabat masyarakat Jasirah.

Ia memperingatkan seluruh komponen agar “tidak mengatasnamakan Jasirah untuk kepentingan pribadi”.

“Jangan berkhianat mengatasnamakan Jasirah. Harga diri Jasirah adalah nomor satu.”

Beliau juga menegaskan pentingnya meniadakan sekat agama dalam gerakan ini.

“Jangan lagi ada Kristen–Islam. Itu masa lalu. Hetu Jasira adalah wadah persatuan. Kita kerja untuk generasi, bukan untuk perbedaan.”

Sebagai bentuk langkah awal, ia menyampaikan rencana kegiatan sosial seperti “pasar murah lintas negeri”, penguatan kerukunan antaragama, serta koordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan untuk menjaga stabilitas di Maluku.

22 Negeri Satukan Langkah untuk Masa Depan Jasirah

Musyawarah adat ini dihadiri oleh perwakilan dari 22 negeri yang akan bernaung di bawah Hetu Jasira, di antaranya:
Leihitu, Hatu, Lilibooi, Allang, Wakasihu, Larike, Asilulu, Ureng, Negeri Lima, Seith, Hila, Kaitetu, Hitu Lama, Hitu Messing, Mamala, Morella, Liang, Waai, Tulehu, Negeri Tengah-Tengah, dan Tial, Suli.

Rangkaian acara ditutup dengan pengukuhan pembukaan musyawarah oleh Upu Pasalook tepat pukul (15.10 WIT), menandai dimulainya perjalanan baru organisasi adat “Hetu Jasira”.

Pembentukan “Hetu Jasira” menjadi tonggak historis bagi masyarakat adat Jasirah yang selama ini merindukan wadah persatuan resmi dan sah secara adat. Dengan mandat baru dan kepemimpinan yang disepakati, Hetu Jasira diharapkan menjadi pilar kuat dalam menjaga adat, memperkuat persaudaraan, serta mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat 22 negeri Jasirah.(LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *